KEKECEWAAN SEORANG KEKASIH

Hari Senin tepatnya mau sholat Maghrib dengan tergesa- gesa aku memasuki ruangan masjid untuk melaksankan  sholat, dan  tanpa aku  sadari aku melihat sesosok  laki- laki yang keren yang bisa membuat hatiku deg- degan.  Hari demi hari telah berlalu aku selalu bertemu dengannya, tidak hanya di masjid tatapi disaat aku mau berangkat ke sekolah aku juga bertemu dengannya. Aku bersekolah di SMP Negeri 1 sedangkan dia bersekolah di SMP Negeri 2 tetapi kami memiliki kesamaan, sama- sama duduk di bangku kelas 2.

Hari pun berlalu aku tidak bisa membohongi perasaanku kalau aku suka sama dia tetapi aku hanya bisa menahan rasa suka dan sayangku. Karena aku  tidak mengenali namanya,  walaupun  kami sering bertemu, dan disaat kami bertemu kami selalu marahan. Tetapi rasa penasaranku  membuat aku memberanikan diri untuk menanyakan namanya, tetapi tidak dengan dirinya aku  mau mengenali dia melalui temanku dan itu juga temannya.

“ Hei  sobat, kalau  aku  boleh tahu yang memakai baju berwarna biru itu siapa dan sekolah dimana” kataku kepada sahabatku

“ Yang  itu, namanya putra tetapi jangan ngomong kalau aku yang ngomonginya, dan dia anak SMP Negeri 2 ” jawab sahabatku itu

“ Oh!!! Kalau boleh tahu lagi dia tinggal dimana” tanyaku lagi

“ Tinggal di jalan.  Amelia” jawab sahabatku lagi

“ terimakasi ya sobat” kataku lagi

“ Tunggu dulu kenapa sama ya,” tanya sahabatku

“ Sama apanya” tanyaku malu-malu

“ Tadi dia juga menanyakan dirimu kepadaku” kata sahabatku itu

“  Oh!!! Kamu jawab apa” kataku padanya

“ Besok kamu juga tau” jawab sahabatku lagi.

Keesokan harinya, disaat aku pulang sekolah aku bertemu dia lagi bersama temanku.

“ Hai, boleh kenalan nggak”, katanya kepadaku

“ Boleh” jawabku

“ kalau aku boleh tahu nama kamu siapa” tanyanya lagi

“ Aku, Vira”  itu jawabku

“ Kamu siapa” tanyaku malu-malu

“ Aku Putra” jawabnya

“ kalau boleh tahu Vira tinggal di jalan apa” katanya lagi

“ Di jalan.Muzafar

Setelah perkenalan itu dia dan aku berpisah, kami pulang kearah masing- masing, perkenalan kami berlanjut  menjadi sahabat, aku seneng bisa berkenalan sama dia, ternyata dia orangnya seru juga. Tetapi persahabatan  ini berlanjut  jadi pacaran, dan tepatnya tanggal 10 Februari dia pun mengutarakan rasa cinta dan sayangnya kepadaku.

“ Vira jujur saat kita kenal sampai kita bersahabat, Putra tidak bisa membohongi perasaan Putra kalau Putra suka sama Vira” katanya padaku

“ Maaf, Putra kita ini sahabatan dan kalau kita pacaran  nanti kalau  kita putus akan musuhan” kataku padanya

“ Itu tidak akan pernah terjadi” jawabnya

“ Tetapi aku minta waktu untuk menjawabnya” kataku padanya

“ Putra beri Vira waktu selama tiga hari untuk mikir dan menjawabnya” jawabnya lagi

Selama tiga hari itu pun aku pun memikirkan dengan matangnya karena aku tidak mau dia kecewa kepadaku. Tepatnya di malam  minggu dan di malam Valentine dan tanggal 14 Februari dia menagih janji  itu dan aku pun menjawabnya dengan kata iya. Tapi aku juga ngomong sama dia kalau aku ini sebenarnya tidak boleh pacaran oleh  orang tuaku, tapi aku ada syarat buat Putra selama  kita pacaran kita tidak boleh mengganggu sekolah dan kita harus bisa mendapatkan prestasi.

Hari- hari aku  jalani dan didalam kami menjalani hubungan ini,  aku dan dia selalu mendapatkan masalah yang tiada hentinya.

Selama kami menjalani hubungan berpacaran  ternyata ibuku mengetahui hubungan ini,  tetapi hanya ayahku yang tidak mengetahuinya. Dan aku  takut kalau ayahku tahu karena kalau  ayah  sampai tahu aku tidak boleh sekolah lagi. Tetapi dia menyakini aku dan akan membuat ayahku  percaya sama dia dan dia akan menyakini ayahku selama pacaran tidak akan mengganggu sekolah.

Tepatnya tanggal 17 Juli 2007 aku dan dia mendaftar di sekolah yang sama yaitu di sekolah favorit di SMA Negeri 1. Dan pendaftaran itu berlalu aku dan dia di terima di sekolah yang sama. Bulan beganti bulan dan hari berganti hari tepatnya di bulan Ramadhan aku mengetahui perubahan dia dari adikku, tetapi aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh adikku kalau dia telah menduakan aku, walaupun sebenarnya aku tidak percaya, tetapi hatiku sedih dan kecewa dan aku pun mau mendengar itu dari mulutnya langsung. Tapi apa yang aku inginkan tidak sesuai dengan  harapanku, dan dia juga menghindar dari aku  untungnya ada teman satu kelasnya yang menjelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi.

“ Vira sama Putra sudah putus ya” katanya padaku

“ belum, memangnya ada apa ya” tanyaku

“ kata Putra, Vira sama dia sudah putus dan sekarang Putra jadian sama Rivo,  Vira kenalkan” tanyanya lagi

“ Oh!!! “ Jawabku

Setelah mendengar  itu, aku pun pergi meninggalkan  temannya itu dan  mencari Putra untuk mengatakan putus. Disaat aku bertemu dengannya dia tidak mengakui apa yang aku tanyakan malah dia meminta aku untuk menunggunya pulang dari sholat karena ada yang mau dia omongi kepadaku.

Waktu telah berlalu, dia pun menemui aku dan sakit hatinya aku dia meminta maaf kepadaku  karena telah  menyakiti dan menghianati aku,  dan  dia juga mengatakan kata- kata putus kepadaku.  Putra sekarang  pacaran  sama Rivo dan Putra juga sayang sama Vira tetapi Putra lebih sayang kepada Rivo.

Hari- hari yang ku  lalui tanpa dia terasa sepi karena dia sudah  pergi dengan yang lain.  Seminggu dia menjalani  hubungan dengan Rivo ternyata mereka putus, dan kabar itu aku dapatkan dari temannya apa lagi aku tahu kalau mereka putus itu gara- gara Rivo menduakannya, dan Rivo sebenarnya masih pacaran dengan cowoknya dia menerima Putra karena kasihan kepada Putra.

Setelah Putra putus sama Rivo dia mendekati aku lagi dan meminta kesempatan kedua, bodohnya aku menerima dia kembali mengisi hari- hari aku yang kosong dan selama itu juga aku dekat sama  teman- teman cowoknya dan tanpa sepengetahuan dia,  aku menjalani hubungan dengan temannya itu.

Seminggu  berlalu hubunganku dan temannya yang bernama Ferry diketahui dia, dan dia menyuruh aku memilih pilih dia atau pilih Ferry. Dan bodohnya aku  lagi aku memilih dia dan meninggalkan Ferry.

Masalah demi masalah terus datang terutama datangnya dari orangtuanya, sedihnya aku ibunya menghina aku dan  marah- marah  kepadaku didepan orang ramai dan ibuku pun menjadi malu. Walaupun hubungan ku dengan dia tidak direstui oleh ibunya kami tetap menjalaninya sampai hubungan ini 4 tahun. Disaat detik- detik kelulusan Putra menanyakan kepadaku Vira kuliah kemana sama Putra  saja  ya. Aku hanya dia dan aku mau menjauhi dia karena ini pinta ibuku dan aku tidak mau  melihat ibuku sedih. Tetapi dia meyadari itu kalau aku mau menjauhi dia dan dia pun didalam diam menjalani hubungan dengan mantannya tanpa sepengetahuan aku tapi aku senang,  karena aku  tidak  susah  payah  memutusi dia lagi.

 

Setelah nomor ujian keluar aku pun merencanakan kepergianku untuk melanjuti studiku ke Palembang. Tapi apa yang terjadi dia tau rencana aku dan dia juga sudah putus sama ceweknya itu dan dia meminta aku  untuk kembali lagi padanya dan aku pun ngomong sama dia cukup samapai disini aku tidak mau kamu sakiti dan aku tidak mau mendengar orangtuamu menghina keluargaku lagi.

Setelah kejadian itu dia marah sama aku dan ngomong kalau dia tidak bisa memiliki aku orang lain juga tidak boleh mendapatkan aku.  Jika Vira di Palembang, Vira akan selalu ingat sama Putra.

Dan dimalam  harinya dia datang kerumahku dan menghina aku serta memaki- maki aku didepan teman- temanku disaat aku lagi main catur karena kami lagi menjalani tantangan dan karena aku tidak bisa menahan  amarahku,  aku pun melemparkan papan catur yang ada di dekatku itu kearahnya dan mengenai mukanya. Teman- temanku pun  membantu aku tetapi,  dia tidak berhenti aku pun  menamparnya dengan tanganku dan adikku yang nomor dua ikut menamparnya serta teman- temanku tidak hanya diam dia mengusir Putra dari rumahku.

Setelah aku sampai di Palembang selama 4 bulan aku tenang tetapi waktu puasa aku mendapatkan nomor baru di ponselku ternyata itu dia nelpon minta maaf, karena puasa aku memaafkan tapi yang aku herankan dari mana dia dapat nomor aku  padahal nomor aku telah diganti. Ternyata dia mendapatkan nomor aku dari sahabat aku, dan dia bertanya Vira sudah ada pacar apa belum dan aku pun menjawabnya sudah.

Tetapi dia ngomong lagi yang buat aku sakit hati dengan kata-kata yang kasar. Vira pacaran di Palembang  jangan pulang-pulang ke Riau bawak anak nantinya karena sakit hatinya aku,  aku ngomong kamu itu mau minta maaf, baru dimaafin sudah    membuat orang marah lagi dasar cowok tidak ada sopan santun tidak pernah diajarkan ya oleh ibumu.

Setelah  masalah  itu aku pun mematikan ponselku dan menggantikan dengan nomoryang baru agar dia tidak menggangguku, mengganggu hidupku lagi dan aku pun  senang dengan kehidupanku  yang sekarang karena aku ingin mencapai cita-citaku untuk membahagiakan kedua orang tuaku dan satu hal lagi aku ingin membuktikan kepadanya apa yang diomongkanya itu salah.

 

By Hera Novira II C

1 Komentar (+add yours?)

  1. Anex
    Mar 12, 2011 @ 16:54:54

    meskipun jauh doa ibu selalu ada buat anak_anaknya tercinta.
    kasih sayang ibu dan ayah tak akan lekang oleh waktu.
    itulah yang selalu saya rasa ketika jauh dengan mereka,”ortu”.

    salam kenal kakak.nice post.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: