CINTA DI DUNIA SMS

Pada malam minggu, HP citra berdering menunjukkan adanya sms masuk. Disaat itu pula sms itu, nomor baru yang mengirimkan kata-kata mutiara. Citra pun menjadi penasaran akan nomor itu. Citra membalas sms itu dan bertanya ini siapa? Tidak lama dari ituCitra mendapat balasan lagi. Ternyata seorang cowok yang bernama Deru. Deru mendapatkan nomor Citra dari Pasya kawan waktu obdik dulu.

Saat sms, Citra dan Deru saling berkenalan dan mereka saling tau walau hanya lewat sms saja. Deru anak dari daerah Lahat dan Kuliah di Universitas Muhammadiyah Palembang, Deru juga kawan dekat Pasya waktu SMA dulu. Deru tinggal di Palembang ngekos karena dia tidak ada saudara dan kosannya terletak di Masa Jaya.

Sedangkan Citra anak dari Maura Padang dan kuliah di Universitas PGRI Palembang. Citra  juga kawan Pasya, mereka ketemu waktu obdik dulu. Citra dan Pasya tidak pernah akrab. Mereka selalu bertengkar. Ada-ada saja hal yang sepele yang membuat mereka jadi ribut. Citra dan Pasya memang seperti langit dan bumi. Citra tinggal di Palembang bersama saudaranya.  Tempat tinggal citra di bukit.

Citra dan Deru sangatlah akrab mereka saling curhat dan bertukar pengalaman. Setiap hari mereka selalu memberikan kabar dan saling perhatian. Disuatu saat Deru curhat dan minta pendapat, walau citra memberi solusi tidak masuk akal dan terlalu sadis kata – katanya. Inilah kata – kata yang dibicarakan Deru dari awal sampai akhir.

“Citra lagi ngapo ne.” kata Deru

” Lagi nyantai aja ne. kata Citra

“Aku sekarang minta pendapatmu, bagaimana kamu menggapai ceritaku ini.” kata Deru

“ya gimana aku mau berpendapat, kamu aja belum cerita.” kata Citra.

“Hehehe (sambil ketawa), aku mempunyai seorang cewek tapi cewek itu selingkuh, aku minta putus sama dia soalnya aku benci perselingkuhan disaat aku ngajak berteman dia marah – marah sama aku padahal diakan yang jelas – jelas salah tu.” kata Deru.

” Itu ma…bukan salah kamu, ya udah tinggalin aja cewek itu buat apa kamu mau dekati dia, seharusnya dia yang minta maaf bukannya kamu.” kata Citra.

” Benar juga kata kamu ya Citra, makasih ya atas sarannya dan solusinya.” kata Deru.

Tapi sms terakhir itu tidak dibalasnya oleh Citra, saldo pulsa dalam kartu tersebut tidak mencukup karena hari sudah malam citra pun tertidur.

Setelah kejadian itu Citra dan Deru tidak sms lagi. Citra menunggu sms darinya, mereka saling menunggu sms sampai tidak terasa waktu satu bulan mereka tidak berhubungan lagi. Rasa penantian sms pun menjadikan rasa rindu di hati Citra. Citra kangen akan perhatian dan cerita yang disampaikan Deru lewat sms.

Saat itu Citra lagi sibuk – sibuknya mengurus perkuliahannya sampai benar – benar lupa akan kehidupan Deru lewat sms, saat itu pula Deru sms Citra. Dengan hati sangat senang dan penasaran Citra membuka sms dari Deru.

” hay,,,,,,,apa kabar, sepi amat ya……sudah tidak pernah beri kabar lagi.” kata Deru.

Dengan hati senang Citra membalas sms dari Deru.

“Baik –baik aja ne.kamu apa kabar ne.”kata Citra.

“Alhamdulillah baik, kamu kapan mudik ne, kan mau lebaran haji tidak kangen sama orang tua di rumah.”kata Deru

” Mungkin aku tidak mudik Der, soalnya cuma libur satu hari tempat aku.” kata Citra

” Duh kasihan ya, malam takbiran tidak bisa bersama keluarga.” kata Deru.

” Ya sich….padahal pengen pulang tapi gimana lagi, salam ya..buat calon mertua” kata Citra

Walau kata – kata itu hanya sekedar lelucon buat Citra tapi bia membuat Deru tertawa.

” Hehe tenang aja pasti aku sampaikan kepada ortuku.” kata Deru.

Mereka sms dari siang sampai malam, walau balasannya agak telat, hari ini jga Deru mudik. Setelah sampai rumah Deru sms Citra sekitar jam 21.30 WIB.

“Cit, salammu sudah aku sampaikan ke Ibu, kata ibu kamu suruh main ke rumah.” kata Deru.

Sms itu membuat Citra jadi malu dan tidak menyangka bakal disampaikan beneran oleh Deru, Citra pun membalas sms Deru tadi.

“Hehe, makasih sudah menyampaikannya. Wah .. aku jadi malu ne… padahal tadi kan cuma bercanda Der. ” kata Citra.

“Biasa aja lagi … oh ya entar minta bawakan oleh-oleh apa ne.. kan kasihan kamu tidak bisa mudik.” kata Deru.

“Apa aja dech yang penting kamu ikhlas aja. Kalau aku yang minta entar tidak bisa bawakanya”. Kata Citra

“Pasti aku usahkan kalau kamu yang mita, kalau tidak ada yang lain aja.” Kata Deru.

” Ya udah apa saja yang penting kamu ikhlas aja.” kata citra.

“Oke dech kalau itu mau kamu.. ya udah tidurlah udah malam besok kamu kan kuliah.” Kata Deru.

“Aku lah ngantuk dari tadi ne”. kata Citra.

Mereka merasa lelah, Citra pun tertidur pulas dan Deru pun sudah mulai mengantuk. Ia merasa kecapean karena perjalannya tadi.

Setelah kejadian itu Citra dan Deru sering sms dan kadang berhubungan lewat facebook. Jadi Citra tau Heru lewat facebook. Mengenal wajahnya dalam foto-foto di facebook itu. Dan begitu sebaliknya….

Malam takbiran Idul Adha, Citra dalam kamar, karena Citra tidak dapat pulang. Keesokan pagi dengan mengandak Citra mitna izin kepada saudaranya kalau dia akan pulang. Saudara Citra menjadi terkejut. Dia bilang mana ada kendaraan pas lebaran haji seperti ini. Tapi hati kecil Citra sudah tidak bisa dicegah lagi. Saudaranya pun mengantar Citra sampai Benteng. Ternyata pada saat itu pula banyak orang yang mau mudik, Citra pun menjadi tenang. Sesampai di rumah Citra sangatlah gembira dan senang. Citra tidak bilang Deru kalau dirinya pulang kampung.

Mulai saat itu pula Deru dan Citra tidak berhubungan lagi. Hubungan mereka di SMS putus nyambung. Tapi mereka masih mempunyai hubungan yang baik sebagai teman.

Pada tanggal 1 Januari 2011, Citra sms Deru mengucapkan selamat tahun baru. Sms itupun di balasnya, ternyata Deru pulang kampung dia libur satu minggu. Deru berkumpul dengan keluarganya sedangkan Citra masih di Palembang malam tahun baru Citra bersama kakaknya jalan keliling Palembang.

Anehnya, Citra merasa nyaman kalau cerita pengalamannya kepada Deru, padahan Citra tidak mengenal Deru secara pribadi. Begitu juga dengan Deru, dia sering cerita kepada citra, orang yang tidak di kenalnya., saat Citra ganti nomor HP. Deru pun diberi tau nomor itu.

 

Pada tanggal 11 Februari 2011, Citra sms Deru menanyakan kabar.

“Hay apa kabar ne?” kata Citra

“Alhamdulillah agak pusing ne, Kamu apa kabar Cit?”

Kata Deru.

” Baik juga, kenapa kok pusing keadaanya.” kata Citra.

” Ya ne, nyari cewek tidak dapet-dapet.” Kata Deru.

“Cewek kok di cari di depan kamu itu banyak, kamu aja tidak menyadarinya.” kata Citra.

“Sapa tu.” Kata Deru

” Ya gak tau lah, kan kamu yang ngerasain.” kata Citra.

“Citra.” kata Deru

“Ngapa Citra”. Yang kamu tulis itu.” Kata Citra

“Tidak tau ngapa bisa nulis begitu.” Kata Deru.

“Hehehe …. Ngigo kamu ne.” kata Citra.

Di sms itulah Citra dan Deru mulai berdebat dan sambil bercanda, sampai tidak disangka Deru nulis sms yang sangat membuat Citra tidak percaya.

“Kamu mau tidak jadi pacarku, aku tuh sebenarnya sayang sama kamu.” Kata Deru.

Citra pun tidak percaya dengan isi sms itu, walaupun Citra bertanya sampai menyakinkan Deru, tapi tetap saja Deru mau jadi pacar Citra. Citra pun membalas SMS itu.

“Jalani apa adanya dulu ya.” Kata Citra

“Apa maksud kata – kata itu, dari pada entar Deru salah arti.” kata Deru

“Aku mau menjadi pacarmu Der, aku juga sayang sama kamu der.” kata Citra

Mulai hari itu Citra dan Deru berpacaran walau lewah hp. Citra dapat melihat wajah Deru lewat Facebook itulah, begitu juga dengan Deru. Mulai dari itu juga Citra dan Deru mulai timbul rasa sayang.

Di siang hari Citra membuka facebook. Citra pun membuka status Deru. Citra pun kecewa dan sedih, Citra merasa tertipu dengan semua ini. Ternyata di facebook Deru berpacaran dengan Ariana. Hati Citra sangat sedih dan kecewa. Citra pun menutup facebook dan pulang ke rumah. Komentar dan nasehat dari teman–teman masih berliang–liang dibenak Citra. Sesampai di rumah Citra jadi pendiam dan murung dalam kamar. Citra tidak menyangka kalau Deru, setega itu.

Malam hari Deru, sms Citra lagi. Citra pun terasa malas untuk membacanya. Dikesempatan ini Citra bertanya pada Deru, apa maksud Deru membohongi dirinya.

“Hay sayangku lagi apa ne?”Kata Deru

” Lagi suntuk be, yank juga lagi apa ne.” kata Citra

” Baru sampai Palembang ne yank” kata Deru

“Ngapo ke palembang sekarang, bukannya tanggal 21 kamu mau ke palembang tu.” kata Citra

” Soalnya entar malam minggu, jadi mau ngapel ne.” kata Deru

“Hehehe, yank, aku nanya sama sayang ne.” kata Citra

“Emang mau nanya apa? ” Kata Deru

” Siapa sebenarnya cewek kamu ne. dan siapa cewek yang ada di facebook tu.” kata Citra.

” Loh – loh, sapa yank!” kata Deru

“Sudahlah tidak usah bohong.” Kata Citra

” Lho, kok begitu si yank, ya udah cewek yang mana.” kata Deru

” Aku tidak tahu, dia cewek asli mana. Tapi dia kuliah di unsri Indralaya.” Kata Citra.

“owh, dia tu teman akrab di SMA kemarin, dia ada cowok tapi cowoknya selingkuh,  dia sakit hati, ya udah dia minta tolong statusnya di buat begitu. Mau balas dendam katanya. Tapi sekarang statusnya sudah di hapus yank.” Kata Deru

“Benaran begitu yank.” Kata Citra

“Ya iyalah yank, ngapain juga bohong sudah sholat apa belum yank.” kata Deru.

“Sudah, maafkan aku ya yank, sudah buruk sangka pada saying.” Kata Citra

“Ya udah tidak apa – apa, yank mau ngapel ne.” kata Deru.

Citra pun tidak mau kalau Deru ke rumah, karena tidak enak sama saudaranya. Citra pun mencari alasan supaya Deru tidak kerumahnya.

“Nah yank, sekarang aku ada di musi dua, menginap tempat kakakku, lain kali aja ya kalau mau main kerumah.” kata Citra

Sms terakhir dari Citra tidak dibalasnya. Deru pun tidak mempermasalahkan, saldo dalam  Hp Deru tidak mencukupi. Citra pun menunggu balasan tersebut. Sampai Citra tertidur smsnya tidak dibalasnya.

Selama tiga hari hubungan mereka baik – baik saja. Tidak ada masalah diantara mereka. Keesokan harinya citra membuka facebook, Citra pun membuka Profil Deru. Kini dia kecewa yang kedua kalinya, soalnya dalam status tersebut Deru bertunangan dengan Ariana. Terasa mau nangis dalam warnet tapi rasa itu dia tahan . sahabat Citra pun tidak berhenti nasehati Citra supaya tidak terlalu percaya dengan Deru.

Sesampai dirumah, Citra pun langsung menelfon Deru apa maksudnya dia berbuat begitu. Dengan santainya Deru menjawab kalau dia tidak ada hubungan apa – apa sama Ariana. Dia hanya menolong Ariana. Disaat Deru menolong Ariana, hati Citra sangat kecewa dan tidak percaya lagi dengan Deru. Deru pun berusaha membuat Citra percaya akan ucapannya. Deru pun berusaha membuat Citra percaya akan ucapannya. Deru pun langsung menyambungkan saluran, menelfon Ariana. Disaat itu Ariana menjelaskan kalau dia tidak ada hubungan apa – apa sama Deru. Mulai dari itu Citra percaya lagi dengan Deru.

Citra pun mengobrol lama dengan Deru. Saat itu pula Ariana mematikan salurannya. Terasa santai Citra ngobrol sama Deru. Deru orang yang asik diajak bicara. Citra pun banyak diamnya. Setelah kejadian itu, Citra dan Deru saling percaya dan semakin sayang. Citra menjadi periang kembali karena waktu sempat menjadi pemurung.

Disaat pulang kuliah, Citra pulang dulu dari kawan – kawannya seperti biasa Citra berhenti dulu ke warnet. Setelah puas Citra baru pulang, Citra pulang dulu, soalnya sahabatnya masih dirumah teman. Dengan cepat – cepat Citra menyebrang jalan di saat itu pula Deru melihat Citra. Saat Deru mendekati Citra, Citra pun sudah naik mobil dan meninggalkan Deru. Sesampai dirumah Deru sms menceritakan apa yang dilihatnya tadi.

Sampai saat ini Citra dan Deru tidak pernah ketemu. Mereka berpacaran lewat sms dan bila rindu yang amat sangat barulah mereka bertelefonan. Yang dibutuhkan mereka berdua adalah sebuah kejujuran karena kejujuran itulah mereka dapat saling percaya.

 

By Siti Lestari II C

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: