Mimpi Dalam Tidur

Karangan Narasi

 

Pagi yang sangat cerah saat ku buka mata yang semalaman terpejam dengan lelapnya. Tak ku sadari hari sudah menunjukkan pukul 05.30 wib. Hari ini seperti biasanya, sehabis sholat subuh Aku beranjak melangkahkan kaki untuk mengambil Alquran yang terletak di sudut pojok ruangan ku, ku lantunkan beberapa ayat suci yang tertata rapi dalam tulisan arab. Setelah selesai membaca Aku letakkan kembali Alquran di tempat biasanya. Aku kembali menuju tempat tidur untuk mencari benda yang selalu menemani ku, yaitu handpone.

Dengan lentiknya jari-jari ku bermain diatas tombol, ku lihat di layar handpone waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 WIB. Kulihat di sebelah, teman ku masih tertidur dengan lelapnya, dia adalah teman sekost ku, yang selalu menemani ku di kala suka maupun duka. Dia sangat lelap dalam tidurnya hingga tak menyadari akan kehadiran ku disampingnya.

Hari ini ada jdwal kuliah yang mengharuskan ku berangkat kekampus. Aku segera mengambil handuk yang tergantung di dinding. Ku sirami tubuh ini dari atas kepala hingga ujung kaki tanpa terlewatkan satu pun. Kira-kira 5 menit Aku bermain dengan air yang sangat dingin melebihi dinginnya sebongkah es batu. Aku pun beranjak keluar dari kamar mandi. Setelah selesai dengan semuanya, Aku pun sudah siap untuk berangkat ke kampus. Di luar pintu teman ku sudah menunggu sedari tadi. Dia adalah Linda yang setiap hari menjadi teman perjalanan ku menuju kampus. Setapak demi setapak kami langkahkan kaki ini untuk menuju kampus. PGRI itulah kampus ku, dimana cita-cita untuk menjadi guru yang akan mendidik anak-anak bangsa menjadi lebih baik dan janji ku kepada kedua orang tua untuk selesai kuliah kurang lebih 4 tahun, akan ku tanam di dalam sanubari dan menjadi pedoman dan motivasi bagi ku dalam mengejar kesuksesan. Tak lupa pula Aku berdoa kepada Tuhan agar apa yang ku impikan selama ini bisa terwujud, amin….

Setiba dikampus Aku dan teman ku langsung menuju gedung H, gedung dimana ruangan ku berada. Terlihat sudah banyak orang yang datang. Ruangan ku berada di lantai 4, lantai yang sangat tinggi untuk di jangkau. Ku langkahkan kaki menyusuri anak tangga yang sangat menguras tenaga. Seketika Aku hentikan langkah kaki dengan bersandar pada dinding kampus yang catnya terlihat masih bagus. Keringat yang mengucur membasahi wajah dan deru nafas yang tak teratur menjadi gambaran betapa lelahnya untuk sampai diruang belajar. Setelah beristirahat sebentar, hingga tenaga ku pulih, kembali ku langkahkan kaki menuju ruang 3 di lantai 4, dimana teman-teman yang lainnya sudah berada disana. Hari ini mata kuliah menulis lanjut denagan dosen pengasuh Ibu Dian. Aku memilih tempat duduk nomor 2 dari depan. Tak berapa lama dosen muncul dari balik pintu. Seketika itu pula suasana yang tadinya ramai kini sepi bagai tak berpenghuni. Tak terasa jam pelajaran telah usai, dan dilanjutkan dengan pelajaran teori sastra, akan tetapi dosennya tidak masuk. Aku sangat senang mendengar hal itu, karena hari ini Aku sangat lelah dan ingin cepat-cepat pulang.

Setelah keluar ruangan, Aku bersama teman-teman yang lain kembali menyusuri anak tangga Beberapa anak tangga telah kami turuni, tiba-tiba tidak sengaja aku menabrak seseorang, sehingga membuat orang tersebut membalikkan badannya.

“ Maaf tidak sengaja”, hati kecil ku berkata, “ya Allah sempurnanya orang ini, wajahnya sangat tampan, siapakah dia?”

“ Oh ya, tidak apa-apa, seharusnya Aku yang minta maaf” jawab cowok itu.

Aku tersadar dari lamunan ku, “ Oh ya” Aku hanya bisa tersenyum, malu pada diri ku sendiri. Disamping, teman-teman ku cekikikan melihat kelakuan ku. Kemudian cowok tadi pergi meninggalkan kami yang masih berdiri di tangga. Kami pun kembali melangkahkan kaki menuruni anak tangga. Dan akhirnya sampai di lantai dasar.

Setelah kira-kira 5 menit dalam perjalanan, Aku pun tiba dikost. Kulihat kost sudah sepi, karena teman ku sudah berangkat kuliah. Seperti biasanya Aku mencuci muka akibat debu dan polusi disepanjang perjalanan tadi. Setelah selesai dengan semuanya, Aku beristirahat sebentar, tak terasa mata ini lelah sekali, sehingga membuat ku tertidur.

Tuk…tuk….tuk terdengar ada suara pintu diketuk, Ku buka mata dan melangkahkan kaki menuju pintu dimana suara itu berada. Aku bukakan pintu betapa terkejutnya diri ku, Aku tidak menyangka dengan apa yang ku lihat.

“ Kamu kan yang tadi….” belum sempat Aku menyambung perkataan ku. Tiba-tiba Dia langsung menjawab, seperti sudah mengetahui.

“ Eemm…. ya benar “  jawab cowok itu dengan santai.

“ Lalu mengapa kamu datang kesini ?” Aku tidak percaya dari mana Dia mengetahui Aku disini.

“ Ini punya kamu kan ???” Tadi ketinggalan di tangga. Cowok itu menyodorkan sebuah dompet warna coklat.

“ Ya benar “ Kulihat isi dompet, ternyata masih seperti pertama tadi.

“ Terima kasih ya atas kebaikannya” Aku beranikan diri untuk menanyakan namanya.

“ Eemm…. kalau boleh Aku tahu, nama kamu siapa ya..??” Aku mencoba menyodorkan tangan. Aduh… tiba-tiba kepala ku terbentur ke lantai. Ku lihat disekel;iling ku sepi tidak ada siapa-siapa.

“ Ya Tuhan ternyata cuma mimpi. Ku raih handpone yang dari tadi Aku letakkan disamping ku. Ku lihat jam menunjukkan puku;l 15.00 wib. Aku pun melanjutkan tidur, berharap bermimpi kembali dan mergharap mengetahui nama cowok misterius yang tidak sempat Aku ketahui….

 

By Dewi Permatasari II C

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: