One Day In My Life

Karangan Narasi

Ddrrrrttt…..!!!  Ddrrrrttt…..!!!

Langit masih gelap, mentari belum bersinar. Sebuah benda munggil bergetar di atas meja. Dengan setengah sadar tanganku meraba-raba berusaha menggapai benda itu. Mataku setengah terbuka membaca sebuah sms dari Ivo.

“Pagi all, met menunaikan ibadah solat subuh dan semoga aktivitas hari ne berjalan lancar..!” ^_^

Huh, aku mendengus kesal, membaca sebuah sms di pagi hari yang bisa di bilang nggak begitu  penting.!

Hhoooaammm…. Sambil berguling-guling di atas kasur sembari mengumpulkan lagi sepenuh nyawa, aku menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan sekedar untuk pelemasan otot leher, dan sekilas menatap ke arah jam dinding, Pukul 05.10 masuki waktu subuh.

Aku berjalan dengan malas ke kamar mandi mengambil air wudhu dan solat. Seperti biasa, merapikan tempat tidur, membersihkan kamar, dan membereskan segaala sesuatu yang berserakan di ruangan ini sudah menjadi rutinitasku setiap hari. Tak lupa aku mengecek kembali perlengkapan yang akan ku bawa kuliah nanti.

Hampir satu jam berlalu,jam menunjukan pukul 05.50, aku segera mandi dan bersalin pakaian. Tak ketinggalan pula sedikit berdandan, maklumlah sebagai seorang jomblowati, siapa tahu dengan sedikit merias diri bakal ada cowok yang nyangkut…!  Hehehe..

Pukul  06.30 aku telas selesai sarapan dan siap “go to kampuz…!!”

Senin, mata kuliah pengatar ilmu komunikasi, pada jam pertama dimulai pukul 07.30, tapi aku datang terlalu pagi, dan suasana masih lumayan sepi. Aku mengunyah sebatang cokelat untuk membuang rasa jenuh sambil mengobrol dengan beberapa teman yang ada di kelas. Beberapa menit selanjutnya aktivitas perkuliahan dimulai.

Aku sendiri merasa heran, ada apa dengan diriku saat ini.? Kulihat para mahasiswa begitu antusias dan ekspresi wajah mereka pasti “sumringah” dan tentu saja mereka akan tertawa bila dosen pengampu mata kuliah itu memberikan lelucon-lelucon segar. Namun sikapku kali ini tampak biasa saja.

Berbagai macam alasan berkecamuk dalam benakku, apakah aku memang sedang tidak punya selera humor, atau aq hanya belum bisa berkonsentrasi pada kuliah ini.?

Jam menunjukan pukul   9.15, mata kuliah pengantar ilmu komunikasi telah berakhir,aku pun sukses tak mendapatkan ilmu tentang kuliah itu. Selanjutnya mata kuliah bahasa Inggris. Kali ini dosen mmemberi tugas “know someone behind you”, itu dimaksudkan agar kita menggenal atau mendriskipsikan seseorang yang duduk tepat dibelakang kita.

Alhasil, dalam dua jam pertemuan,dengan segala jerih payah bolak balik kamus mencari kata-kata, aku sukses menyelesaikan tugas itu. Di akhir mata kuliah ini, KuingatSesuatu yang kutulis, segala yang baik tentang orang itu, entah itu siapa, aku tak perduli,!

Pukul 11.00, mata kuliah tambahan. Sebuah pelajaran yang harus diselesaikan, Karena  beberapa hari lalu terjadi sedikit perubahan jadwal. Dan kuharap di pelajaran palimg akhir opada semua mata kulaih hari ini, ada sedikit ilmu yang kubawa.

Mata kuliah tambahan berakhir pukul 12.15.Sorak riang dari pekikan mahasiswa memekakan seluruh telinga seisi kelas. Semua berhamburan keluar bagai burung yang lepas dari sangkarnya. Namun, satu hal yang sejak tadi memenuhi pikiranku. Yaitu makan siang di kantin bersama teman-teman tersayang. Dibekali dengan wajah yang mulai sumringah, aku berjalan menuruni satu demi satu anak tangga dari lantai 5. J

Seperti biasanya, pukul 13.20, Aku duduk di sebuah halte, tempat biasa aku menunggu angutan umum. Debu beterbangan, suara klakson dan pekikan kernet mobil saling bersahutan dijalan, deru suara ratusan kendaraan yang beradaa di jalan raya seolah tak pernah berhenti. Begitulah  ativitas orang sekitar yang tanpa sengaja kuperhatikan.

Jam makan malam telah lama lewat, kulihat jam sudah masuk pukul 20.55, kusempatkan sedikit menulis pada buku harianku.

“Begitu standar, dan tak ada yang special, hari ini berlangung sama seperti hari sebelumnya. Apakah selanjutnya akan terus begini.?”

Aku berhenti menulis dan meletakan pena di atas diari itu, aku  melamun dan berpikir tentang kejadian hari ini. Kemudian kututp dan kuletakan kembali diari itu di dalam laci meja..

Kubaringkan tubuhku dengan tenang, kantuk yang sedari tadi sudah tak tertahankan, perlahan kupejamkan mata, mencoba menghapus letih dn berubah menjadi mimpi. Akan ku sambut sambut kembali sinar mentari esok hari..

 

By  Retno Larasati II C

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: