TAWAKAL………….!!!

Tiga tahun waktu yang sebentar, ngak terasa waktu terus berjalan dan sekarang aku sudah kelas tiga SMA (Sekolah Menengah Atas) yang sebentar lagi akan memulai pertarungan demi mendapatkan hasil selama belajar di sekolah ku ini, UAN (Ujian Akhir Nasional) semakin dekat, jantung seperti getaran gendang dag dig dug dag dig dug,,,,,!!!!!!

“Tha kalau uda lulusa ngak usah kuliah ya”. Tutur ibu yang sore itu sedang memasak di dapur untuk makan malam keluargaku.

“Yah bu Tha pengen kuliah”. Sahut ku dengan nada lembut dan bibir manyu agak kecewa.

Saat selesai sholat magrib, aku termenung, memikirkan perkataan ibu tadi sore, hemmmm biarlah nanti waktu yang menjawab yang penting aku harus bisa lulus UAN(Ujian Akhir Nasional) ini, oceh ku dalam hati………… seraya berdoa, “ya allah aku pengin bangat kuliah, aku ingin menggapai cita – cita ku, berilah petunjukmu, agar aku diberikan jalan untuk menggapai cita – citaku ea, ya allah, aminnnnnnn.

Selepas makan malam aku langsung mempersiapkan peralatan untuk UAN besaok pagi, sambil kembali memuka buku – buku pelajaranku yang mungkin besok isi soal UAN (Ujian Akhir Nasional) ada yang dari dalam buku ini. Jam menunjukkan pukul 21.30, huuuuooooaaammmmmmm……….”Ngantuk nih”, ucapku. Mataku sudah mulai layu kubaringkan tubuhku untuk melepas rasa lelah setelah beraktivitas seharian.

“Kriiiiiingggggg”……………terdengar suarau henpone ku

” Tha belajar ya untuk ujian besok, semoga kita bisa isi soalnya dan kita lulus semua, aminnneeeennnnn,,,,,!!!!

Sebuah pesan singkat dari sahabatku yang mengingatkan aku untuk belajar.

“amieennnn…….!!!. balasku.

Jantung ku semakin deg – degan, seakan UAN(Ujian Akhir Nasional) adalah hal yang mematikan sungguh membuatku takut” sambil membayangkan apa yang akan aku hadapi besok”

Pagipun datang, jam 06.20 aku sudah berada di halaman sekolah, sengaja aku datang lebih awal agar tidak terlambat karena jam masuk kelas jam 07.30. UAN hari pertama lancer, sampai hari terakhir pun begitu.

Selesai UAN (Ujian Akhir Nasiona) rasa takut ku pun semakin tak menentu, apa lagi banyak pesan singkat di henponeku yang mengingatkan detik – detik pengumuman hasil UAN (Ujian khir Nasional). Tapi rasa takut itu tetap aku lawan dengan selalu meminta petunjuk kepada yang maha kuasa, agar saat pengumuman nanti aku diberikan kekuatan apapun hasil yang akan di dapat.

“Pengumuman kepada siswa – siswa kelas XIII, tanggal 24 Mei 2010 diharapkan orang tua murid datang mengambil hasil UAN para siswi – siswa dan para siswa – siswi tiak diwajibkan pada hari tersebut datang cukup wali saja”ucap stap TU(Tata Usaha) yang mengeraskan suara menggunakan spiker yang cukup jelas terdengar”.

Hari Ujian akhir pun datang sekolahpun seperti pasar yang sedang beraktifitas jual beli, suara rebut tak teredam karena setiap wali sibuk berceloteh saling bertanya hasil UAN (Ujian Akhir Nasional) anaknya masing – masing.

” Ibu – ibu Bapak – bapak diharapkan masuk kedalam aula untuk memulai acara pada hari ini” kata ibu yeni selaku petugas TU (Tata Usaha) yang aktif disemua kegiatan sekolah”. Semua wali murid masuk kedalam ruangan yang cukup besar. Sudah hamper satu jam kami menunggu diluar yang pada saat itu siswa – siswi hanya bias menunggu di luar pagar karena gerbanf sekolah dijaga ketat oleh satuan polisi yang mengamankan jalannya pengumuman. Kami terdiam saat kepala sekolah menyampaikan sepatah du patah kata dalam pembukaan acara.

” Bapak ibu wali murid tidak banyak yang saya sampaikan, hasil tahun ini sangat disayangkan karena ada tiga orang siswa – siswi kita yang belum berhasil” tutur kepala sekolah mencoba menjelaskan kepada orang tua wali”. Saya harap setelah pengumuman ini amplop pengumuman dibuka setelah sampai dirumah demi keamanan lingkungan sekolah”. Tuturnya lagi….

Setelah jam kemudian wali murid mulai keluar dari gedung yang cukup besar tersebut dan langsung mendekati anak – anaknya yang sedang menunggu diluar pagar sekolah, suasana ramai dan tampak suara bertanya – tanya.

” Bu gimana hasilnya”?? Tanya ku kepada ibu dengan nada ingin tahu

“Sudah kita pulang saja dulu” ucap ibu sambil menarik aku untuk naik ke motor.

Di jalan pulang aku terdiam tanpa berani berkata. “bu Tha lulus ngak ya bu”?? Tanya ku lagi. ” bukannya nanti setelah samapai dirumah” sahut ibu” tapi

bu Tha pengin tahu sekarang, nanti atau pun sekarang kan sama saja” bujuk ku kepada ibu. “Tapi apapun hasilnya jangan kecewa ya” bentak ibu dengan nada lantang. ” ya bu” balas ku.

Sreeeeeetttttttttttttttt……kertas amplop yang ku robek, walaupun menyobeknya pakai gigi – gigiku karena hanya menggunakan tangan sebelah dan tangan satunya menggenggam erat stang motor. Perlahanku buka isi amplop itu. Tulisan yang tertera ku baca kata demi kata hingg sampai pada kalimat, : anda dinyatakan LULUS”. Diperjalanan aku meneteskan air mata, ibu pun terdiam karena merasa terharu, ternyata usaha belajar ku selama ini tidak sia – sia ” syukurku dalam hati”.

Sesampai di rumah……….

” Tha giman nilainya”?? Tnya bapak kepada ku dengan nada penasaran

“Hmmmmm anu pak” balas ku

” Anu apa” bentak bapak???

” Bapak baca ini” sambil kuserahkan amplop yang hasil pengumuman itu.

Setelah ku berikan bapak langsung membacanya, “hmmmm” ucap bapak sambil tersebyum, kamu boleh kuliah dimana pun kamu mau” tutur bapak kembali.

“Benaran pak” jawab ku.

” Ya” bapak sambil tersenyum.

Setelah hari ini aku sadar tanpa ridho Allah SWT aku tidak akan bias melewati semua ini. Semua ini juga memberikan aku pelajaran bahwa dalam keadaan apapun dan sesulit apapun mintalah petunjuk kepadanya, dengan berdoa dan bertawakal dengan ikhlas semuanya akan terasa lebih mudah unuk dijalani.

By Rita Asmara II C

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: