MELATI MEMBAWA PERGI

Karangan Deskripsi

Sambil melihat langit-langit sore itu aku pun tersadar bahwa sekarang telah menunjukan pukul 17.00 petang, hmmm tidak terasa aku Anita pun harus mengantarkan bunga dengan tidak sengaja aku lupa memetik bunga melati yang sengaja ku tanamkan 3 (tiga) tahun yang lalu , kembali ku teringat tentang sang puitis roman yang selalu menyatakan :

bahwa keindahan kematian

adalah sebuah anugerah yang sejati

di dalam tiang keabadian itu tersimpan Tanya dengan puisi atau melati kah harus dia renungi kesunyian ini..

hmm rasa takut akan dirinya pun timbul dengan wajah lugu aku menatap kembali alang-alang rumput itu sambil memetik daun-daun yang sukar untuk ku petik .

Kejadian 3 (tiga) tahun yang lalu ini mengingatkan ku dengan dia sebut saja Janiz dia sahabat ku dari kecil , kami sangat dekat dan saling mengerti satu sama lain ,tetapi kedua orang tua janiz pindah sejak dia berumur 12 tahun, mungkin didalam hidup ini hanya janiz yang mengerti kondisi keluarga kami yang berkecukupan , tidak terasa hari-hari pun berlalu dengan cepat , ntah apa yang ada di pikiran janiz waktu itu dia sangat berbeda dari biasa nya , dia mengajakku nonton di bioskop bersama dengan teman-teman sekelas kami pun pergi dengan canda tawa yang tidak biasa nya janiz pun ikut tertawa bersama kami , berapa hari ini aku mimpi bertemu seorang kakek di sebuah taman luas di jalan yang sangat rimbun dengan daun-daun yang layu , ku hampiri kakek itu tapi dia hanya menunduk takut dan tidak berdaya , mimpi kedua ku dengan rasa takut ku buka jendela sebelah rumah ku lihat taman melati yang sangat indah dengan nyanyian sunyi ku pun ikut melihat daun-daun berlomba-lomba turun dari batang persingahannya , hmmm terasa begitu aneh .. ingin sekali aku memelihara mimpi indah itu bersama melati-melati putih  , Janiz .. ini sahabat baik yang tidak pernah lupa akan kesusahan ku .. dia juga selalu mendukung prestasi ku di sekolah , janiz senang sekali menulis puisi dan kami sering berlomba-lomba , selang waktu kami berpisah semenjak kelulusan sma , hampir 4 bulan terakhir ini janiz tidak pernah menghubungiku , apa yang sebenarnya terjadi , yang aku tahu janiz meminta izin untuk pergi menyusul kedua orang tua nya , tapi yang aku dengar kedua orang tua janiz telah lama meninggal dunia  , yaah mungkin sebagai anak kost janiz harus pergi dan pulang dengan menggunakan sepeda motor yang sangat keren itu , hehehe dan aku senang kalau dia datang menjemput ku dengan sepeda motor yang berwarna hijau itu.

Waktu kelulusan sekolah yang kami tunggu-tunggu telah tiba , tidak ada satu pun yang tidak datang di hari yang mendebarkan ini .. seperti biasa aku selalu menunggu janiz di gerbang sekolah , pukul hampir menunjukan pukul 09.00 kenapa janiz belum juga datang , aku pun bingung harus mencarinya dimana , yaaah dengan handphone butut ini lah aku mencoba menghubungi janiz, tiba-tiba sms masuk ternyata pesan dari janiz , nit bentar lagi aku sampai , tunggu ya nit , dengan hati sabar aku menunggu janiz anak-anak di sekolah pun semakin sepi , hmmmm tiba-tiba ku lihat dari kejauhan motor hijau daun itu pun datang , tanpa melihat lagi mobil bis yang biasanya untuk menjemput siswa sma 8 ini melintas di hadapanku dengan rasa sunyi telinga ini memandang kearah depan , kaki ku bergetar bagaikan terserang ombak laut , bibir ini terasa pucat pasih , aku tidak mau ini terjadi , ku lihat janiz terbujur kaku tidak berdaya , motor yang dia banggakan telah membawanya ke dalam liang kematian , dengan berlumuran darah di pangkuan ku janiz hanya menitipkan secarik kertas , dan pesannya , setelah kejadian dan kepergian janiz baru aku menyadari bahwa 4 (empat) bulan setelah kelulusan dia telah pergi dari dunia fana ini . Semoga janiz tenang di dunia yang baru ini dan aku juga tidak akan pernah lupa dengan kesenangan dia terhadap puisi dan melati putih , selamat jalan sahabat baikku .

Rutinitas ku mengantarkan melati dan secarik puisi di atas nisan janiz masih tetap aku lakukan , untuk mengenang janiz. Janiz yng sangat menyukai berbagai macam puisi dan aku selalu menemani setiap malam tiba bersama puisi-puisi terindah kami , di selang waktu yang bersama kami selalu memetik melati ketika sore tiba , kini segalanya telah pergi meninggalkan aku dan janiz disini , mungkin yang terindah adalah saat aku bersamanya berdua menghabiskan waktu yang sangat pendek ini , semoga nanti aku dan dia mendapatkan tempat yang layak umtuk meneruskan perjuangan dan janji kami meskipun dalam dunia yang berbeda ini .

Selamat tinggal Janiz semoga kau kan tetap jadi yang terbaik di alam yang berbeda . Setelah malam itu tiba aku pun kembali tidur setelah mengingatkan kembali masa-masa bersamanya , kenangan adalah sebuah kenangan ia bagaikan air yang tidak bisa kita tahan derasnya arus begitu juga cerita ini , alam ini hanya lah sebagai tempat singgahan saja , tidak lupa sebelum tidur aku selalu menyimpan sepotong kertas yang berisi sedikit puisi yang ada untuk janiz dan melati di sudut kamarku.

Saat ini la yang aku sebut Melati Membawa Pergi ….

 

By Created

Tassa Folanda II C

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: